02128536735
smkalhadiriyah@gmail.com
Duren Sawit , Jakarta Timur

Pelantikan PMR SMK Alhadiriyah 2025: Dari Calon Menjadi Relawan Sejati

30/10/2025 | Admin | Pendidikan
blog-img

Dari Calon Menjadi Relawan Sejati: Momen Sakral Pelantikan PMR 

Setiap tahun ajaran, ada satu momen yang dinantikan oleh para anggota muda Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah—yaitu Pelantikan. Acara ini bukan sekadar seremoni seremonial penyerahan atribut, melainkan puncak dari proses pelatihan intensif yang mengubah siswa biasa menjadi relawan kemanusiaan yang berjiwa teguh.

Pelantikan adalah penanda resmi masuknya anggota baru ke dalam keluarga besar PMR, sekaligus pengukuhan pengurus baru yang siap mengemban tanggung jawab kemanusiaan.


 

Tujuan Utama: Menumbuhkan Tanggung Jawab dan Solidaritas

 

Acara pelantikan dirancang sebagai wadah untuk:

  • Mengukuhkan Janji: Anggota baru secara resmi mengucapkan janji kesetiaan mereka pada Tri Bakti PMR dan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah.

  • Melatih Mental dan Disiplin: Rangkaian kegiatan pelantikan, seringkali diisi dengan long march atau kegiatan outbound, bertujuan menguji fisik, mental, dan kedisiplinan para calon anggota.

  • Memupuk Rasa Kemanusiaan: Melalui refleksi dan renungan, anggota diingatkan kembali pada hakikat Palang Merah, yaitu membantu sesama tanpa memandang perbedaan.

  • Mempererat Persaudaraan: Kegiatan bersama yang menantang menumbuhkan rasa keakraban, kebersamaan, dan gotong royong antaranggota, baik angkatan baru maupun pengurus lama.

 

Prosesi Penuh Makna: Janji dan Slayer Merah

 

Inti dari pelantikan PMR terletak pada upacara pengukuhan yang penuh makna, biasanya dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Pembina PMR, atau perwakilan dari PMI setempat.

 

1. Pembacaan dan Ikrar Janji

 

Momen paling sakral adalah saat anggota baru mengucapkan Tri Janji PMR dan menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan tugas kemanusiaan dengan tulus. Janji ini adalah sumpah moral yang mengikat mereka untuk selalu:

Berbhakti kepada masyarakat, Mempertinggi mutu keterampilan dan kesehatan, Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

 

2. Penyematan Atribut

 

Setelah mengucapkan janji, anggota baru secara simbolis menerima atribut resmi mereka, seperti topi, rompi, atau, yang paling utama, slayer (syal) merah yang menjadi lambang identitas PMR. Penyematan slayer ini sering kali dilakukan oleh Pembina atau perwakilan PMI, menandai bahwa mereka telah sah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan global.

Pesan Haru: Dalam sambutan pelantikan, seringkali disampaikan pesan dari pengurus lama yang mengharukan, menekankan pentingnya menjaga nama baik PMR dan tidak pernah lelah untuk menolong sesama dalam situasi apa pun.


 

Dampak Jangka Panjang: Bekal Menghadapi Masa Depan

 

Pelantikan PMR adalah garis start, bukan garis finish. Setelah dilantik, anggota PMR resmi mengemban tugas sebagai relawan muda yang siap bertindak.

Mereka akan menerapkan ilmu Pertolongan Pertama (PP) di lingkungan sekolah, menjadi peer educator (pendidik sebaya) yang menyuarakan gaya hidup sehat, hingga aktif dalam kegiatan bakti sosial dan kesiapsiagaan bencana.

Dengan semangat yang dikukuhkan saat pelantikan, PMR tidak hanya melahirkan penolong yang terampil, tetapi juga individu yang memiliki jiwa Kepemimpinan, Tanggung Jawab, dan Solidaritas—nilai-nilai yang tak ternilai harganya bagi masa depan bangsa.

Bagikan Ke:

Populer